Langsung ke konten utama

Postingan

Apa itu kebahagiaan?

September ini saya dihadapkan dengan pertanyaan tentang kebahagiaan, hal ini di dapat dari sebuah buku yang saya baca "The Geography Of Bliss" ditulis oleh Eric Weiner yang menceritakan perjalanan dirinya, si penggerutu yang berkeliling dunia mencari negara mana yang paling membahagiakan. Disini saya tidak sedang membahas isi dari buku tersebut namun ingin mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran saya tentang kebahagiaan. Cukup membuat saya bingung untuk mendefiniskan kebahagiaan pada diri saya. Ini membuat saya sedikit menarik diri dari kehidupan sosial dan menjadikan diri saya lebih pasif dari sebelumnya (hanya untuk beberapa waktu) dan saya pun mulai memikirkan pertanyaan-pertanyaan tentang kebahagiaan kepada diri saya. Apa yang selama ini membuat saya bahagia? Bagaimana saya membuat diri saya bahagia? Sudah sebahagia apa diri saya atas kehidupan yang saya jalani? Seperti apa kebahagian yang melekat pada diri saya? Apakah saya membahagiakan mereka?...
Postingan terbaru

Tidak Siap Dewasa

Tidak siap dewasa.  Mungkin itu adalah jawaban tepat untuk kondisi yang ada pada diri saya saat ini. Saya masih rabun membayangkan akan seperti apa masa depan saya dengan segala hal yang saya hadapi saat sekarang ini, sedangkan w aktu bergerak sangat cepat, usia saya sudah 24 tahun saja. Ini bukan perkara tiba-tiba, dengan sangat sadar saya sudah berada dalam lingkaran angka tersebut.  "Coba pikir dan bepikirlah", suara yang terus mengetuk-ngetuk kepala saya. "Apa yang telah saya lakukan selama ini?" Oh betapa lambatnya hidup saya, itu yang yang ada di pikiran saya. Diusia seharusnya produktif ini saya masih seperti para remaja yang berhip hip hura hura menghabiskan waktunya dari bangun tidur dan tidur lagi, melakukan aktivitas berlandaskan kesenangan hari ini tanpa memikirkan besok dan lusa akan seperti apa. Hal pertama dari dalam diri saya adalah menjalin hubungan, sampai dengan saat ini saya belum terlalu yakin dengan perasaan yang a...

Semangus Village

Mengingat kembali tempat lahir dan tumbuhnya saya. Satu tempat yang terletak di pulau sumatera bagian selatan, desa Semangus Baru. Desa yang berada di pinggiran sungai semangus, satu dari delapan sungai yang bermuara ke sungai Musi. Sungai Musi ini sungai terpanjang di pulau sumatera, panjangnya mencapai 750km. Sungai ini disebut juga batanghari sembilan  yang berarti sembilan sungai besar, pengertian sembilan sungai besar adalah   Sungai Musi   beserta delapan sungai besar yang bermuara di sungai   Musi . Adapun delapan sungai tersebut adalah  Sungai Komering ,  Sungai Raw as,  Sungai Leko ,  Sungai Lakitan ,  Sungai Kelingi ,  Sungai Lematang , Sungai Semangus ,  Sungai Ogan . Tumbuh menjadi "Bolang si anak tepian sungai musi" adalah keistemewaan sendiri untuk saya. Sedari bisa berenang, sekitaran umur 6 tahun saya tidak bisa lepas dari bermain-main air disungai. Minimal dua kali sehari wajib nyemplung (sebenarnya untuk ...

Manusia Pejuang dan Bernilai

Menjadi orang baik adalah tujuan dari setiap manusia, harusnya. Berbuat kebaikan dan melakukan hal-hal baik adalah keharusan, Iya? Tidak ada manusia jahat di dunia ini kerena manusia yang lahir dari rahim seorang ibu adalah jasad dalam balutan jiwa yang suci. Namun kenapa ada kejahahatan dan perbuatan-perbuatan yang tidak baik? ini bukan karena manusianya namun pada perjalanan hidup seseorang yang mau tidak mau harus ia jalankan. Jika tidak hidup ya mati saja, betul?  Untuk tetap hidup seorang yang beruntung akan dengan mudah menjalankan kehidupannya. Dan untuk mereka yang kurang beruntung mereka akan berjuang keras, jatuh dan bangun dalam menjalankan hidupnya sebagai seorang manusia. Dimana kebaikan? Kadang masih saja saya menyelipkan kata tanya itu dalam hati, jika Tuhan tidak cukup baik untuk diri saya dan orang-orang yang tidak beruntung. Sebegitu sulit dan kerasnya saya melewati hari hanya karena untuk hidup sedangkan orang-orang yang saya lihat begitu dengan mudah melew...

Menjadi Penumpang Bijak

Gerah dengan orang-orang sehat jasmani yang duduk manis di priority seat? bangku yang dikhususkan bagi wanita hamil, lansia, atau kaum disabilitas. Mungkin gara-gara ini juga, muncul posting di jejaring sosial path, seorang yang mengeluhkan Ibu hamil lebih diprioritaskan daripada dirinya, yang kabarnya mengaku memiliki sakit pada bagian kaki. Hak keduanya untuk duduk di bangku priority seat, karena keduanya sama sama orang yang wajib di prioritaskan. Namun sayang, bahasa yang disampaikan dalam postingan seorang tersebut tidak cukup dewasa dan lebih terlihat menyalahkan si wanita hamil. Entah siapa kedua wanita tersebut, jelasnya gegara ini, orang-orang yang sehat jasmani nan aktif di media sosial jadi heboh ngasih komentar buruk atau sindiran manis. Dari hal tadi menurut saya ini pelajaran penting buat masyarakat kita, termasuk saya pribadi untuk mematuhi peraturan-peraturan umum seperti yang ada pada tranportasi massal. Di Ibukota ini sendiri ada KRL Jabodetabek dan Trans Jakart...

Tunggu Sukses? Kapan Lagi Bahagiain Orangtua.

Gue yakin setiap anak pengen banget berbakti pada orangtuanya. Coba aja kalo ditanya soal harapan ke depan, pastilah jawabanya pengen bahagiain orangtua. Apalagi pertanyaan itu ditujukan sama yang jomblo berumur. Nikah entaran aja deh, bahagian keluarga dulu, terutama orangtua. Bahagian keluarga terutama orangtua jadi semacam kewajiban bagi tiap anak walaupun orangtua nggak sama sekali nuntut buat dibalas atas semua yang pernah mereka kasih ke anak-anaknya.  Dengan banyak cara kita sebagai anak berusaha untuk berbakti pada orangtua. Yang pertama adalah dengan niat, ya segala sesuatu itu dimulai dengan niat. Niatnya adalah bisa membuat bahagia orangtua dengan cara masing-masing. Kedua adalah dengan tindakan, bagaimana caranya dan seperti apa itu jalannya intinya dapat membuat oragtua bahagia. Disini pastilah berbeda pada masing-masing orang tapi yang gue liat dan termasuk gue adalah nunggu sukses dulu buat bisa bahagian mereka. Perkara nunggu itu urusannya sama waktu. S...

Kampanye Copy Paste

April 2014 menjadi istimewa dengan hadirnya acara besar yang mengingkat hubungan antara rakyat dan calon pemimpin rakyatnya. Sementara ini hubungannya baik-baik saja, para calon pemimpin ini memberikan kebaikan yang dinikmatin sementara oleh para rakyatnya. Tapi ndak tau juga apa nanti calon-calon ini bisa menjadi kepala atau pemimpin benaran disana. Benar dalam artian rakyatnya akan memilih dia dan benaran dia pengen jadi pemimpin yang mensejahterakan rakyatnya. Gue berharap semoga aja benar. Karena emang sesuatu yang benar itu buahnya manis. Ngomongin tentang manis, calon-calon pemimpin ini ndak begitu manis dalam jualan dirinya. Buat gue  pribadi, mereka ndak cukup kreatif bikin gue nusuk mereka di bilik 9 April nanti. Yo setiap kali adanya kampanye selalu buang-buang duit yang sebenernya bisa di pake buat hal bermanfaat lainnya, terlalu banyak duit yang dikeluarin pas kampanye sekarang, yang nanti kalo ke pilih harus nuntut balik modal dulu. Sama kaya pedagang lah yang g...