Langsung ke konten utama

Kampanye Copy Paste

April 2014 menjadi istimewa dengan hadirnya acara besar yang mengingkat hubungan antara rakyat dan calon pemimpin rakyatnya. Sementara ini hubungannya baik-baik saja, para calon pemimpin ini memberikan kebaikan yang dinikmatin sementara oleh para rakyatnya. Tapi ndak tau juga apa nanti calon-calon ini bisa menjadi kepala atau pemimpin benaran disana. Benar dalam artian rakyatnya akan memilih dia dan benaran dia pengen jadi pemimpin yang mensejahterakan rakyatnya. Gue berharap semoga aja benar. Karena emang sesuatu yang benar itu buahnya manis.


Ngomongin tentang manis, calon-calon pemimpin ini ndak begitu manis dalam jualan dirinya. Buat gue  pribadi, mereka ndak cukup kreatif bikin gue nusuk mereka di bilik 9 April nanti. Yo setiap kali adanya kampanye selalu buang-buang duit yang sebenernya bisa di pake buat hal bermanfaat lainnya, terlalu banyak duit yang dikeluarin pas kampanye sekarang, yang nanti kalo ke pilih harus nuntut balik modal dulu. Sama kaya pedagang lah yang gak mau rugi kalo jualan.



Lah kampanye kan harus ngeluarin duit buat ini itu??? Ya iya, tapi secukupnya aja dan coba cari cara yang ndak terlalu buang banyak duit buat hal yang mubazir. Macam jual janji di spanduk dan baliho. Jangan suka bikin janji tanpa adanya materai Rp 6000 nanti jadinya janji palsu. Kalo berani bikin janji hitam diatas putih sama rakyatnya nanti kalo kepilih bakalan tepatin perjanjian kalo ndak tepatin bakalan blablabala, sesuai kesepakatan.



Kampanye yang bawa massa banyak suka bikin gue rugi. Bikin gue telat sampe tujuan, bikin mata gue layu sama atribut-atribut kusut. Halahhhh bete banget kan. Gue nyela kaya gini karena emang gue nggak suka yang sifatnya semerawut. Hal yang dapat dilihat adalah bertebarnya bendera warna-warni plus simbol lainnya menuhin isi kota yang udah rame ama tetek bengek pengiklan. Bendara warni warni ini pengen banget majuin ini bangsa, padahal setau gue warna bendara di negara ini cuma merah putih.



Aduh ini kota makin keliatan dekil sama senyum dan ganyanya para caleg. Bukanya suudzon wes kalo niatnya pengen orang-orang tau visi-misi dari pada kalian yang nyalon yo ojo cuma di cetak by spanduk terus dipakuin di pohon kota. Yang baca juga bosen dan eneg kali liatnya. Bisa aja tulisan ono cuma copy paste, terus suruh orang-orang nyebarin disana sini dan tinggal tunggu yang nyoblos, ndak mau capek kesana kemari minta restu dan doa ama rakyatnya langsung dan tau apa yang dipinginin rakyatnya. Apa mungkin karena sibuk sama pekerjaan lainnya? Yo kalo emang sibuk coba dipikir lagi, mampu atau nggak nanti kerja buat kepentingan rakyatnya.



Jelasnya semeraut apapun itu jenis kampenya dari para caleg dan itu bikin gue bete, gue ndak akan golput. Yo gue masih punya harapan buat bangsa ini akan selalu jadi baik kedepannya siapapun itu yang memimpin. Tapi gue ndak akan pilih caleg yang pasang spanduk di pohon. Itu tindakan yang tidak berperasaan. Sekalipun itu pohon, mereka adalah tumbuhan hidup yang mahluk ciptaan Tuhan. Dan dengan memaku wajah dan visi misi kalian disana, kalian sudah menyakiti mahluk Tuhan terlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin.



Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangus Village

Mengingat kembali tempat lahir dan tumbuhnya saya. Satu tempat yang terletak di pulau sumatera bagian selatan, desa Semangus Baru. Desa yang berada di pinggiran sungai semangus, satu dari delapan sungai yang bermuara ke sungai Musi. Sungai Musi ini sungai terpanjang di pulau sumatera, panjangnya mencapai 750km. Sungai ini disebut juga batanghari sembilan  yang berarti sembilan sungai besar, pengertian sembilan sungai besar adalah   Sungai Musi   beserta delapan sungai besar yang bermuara di sungai   Musi . Adapun delapan sungai tersebut adalah  Sungai Komering ,  Sungai Raw as,  Sungai Leko ,  Sungai Lakitan ,  Sungai Kelingi ,  Sungai Lematang , Sungai Semangus ,  Sungai Ogan . Tumbuh menjadi "Bolang si anak tepian sungai musi" adalah keistemewaan sendiri untuk saya. Sedari bisa berenang, sekitaran umur 6 tahun saya tidak bisa lepas dari bermain-main air disungai. Minimal dua kali sehari wajib nyemplung (sebenarnya untuk ...

Menjadi Penumpang Bijak

Gerah dengan orang-orang sehat jasmani yang duduk manis di priority seat? bangku yang dikhususkan bagi wanita hamil, lansia, atau kaum disabilitas. Mungkin gara-gara ini juga, muncul posting di jejaring sosial path, seorang yang mengeluhkan Ibu hamil lebih diprioritaskan daripada dirinya, yang kabarnya mengaku memiliki sakit pada bagian kaki. Hak keduanya untuk duduk di bangku priority seat, karena keduanya sama sama orang yang wajib di prioritaskan. Namun sayang, bahasa yang disampaikan dalam postingan seorang tersebut tidak cukup dewasa dan lebih terlihat menyalahkan si wanita hamil. Entah siapa kedua wanita tersebut, jelasnya gegara ini, orang-orang yang sehat jasmani nan aktif di media sosial jadi heboh ngasih komentar buruk atau sindiran manis. Dari hal tadi menurut saya ini pelajaran penting buat masyarakat kita, termasuk saya pribadi untuk mematuhi peraturan-peraturan umum seperti yang ada pada tranportasi massal. Di Ibukota ini sendiri ada KRL Jabodetabek dan Trans Jakart...

Sambutan Penerbit Jarmo Note's

Kamu mungkin sedang tersesat ke suatu link yang tidak tahu ini apa namanya, mungkin juga sedang dalam kondisi labil dimana semua blog kamu buka untuk mencari jati diri kamu yang hilang atau mungkin kamu adalah seorang jomblo yang sudah tidak tahu lagi bagaimana menghabiskan kesendirian kamu di dunia nyata. Siapapun kamu saya ucapkan selamat menelusuri catatan-catatan tidak penting yang ada diblog ini dan saya tidak menjamin kamu akan bahagia karena kamu hanya akan membuang waktumu secara percuma. Sekian. Sambutan tidak berbobot ini ditulis sebagai postingan perdana dari blog kedua saya, dimana blog pertama saya  amunanjar.blogspot.com  tidak jua mendapatkan applause dari masyarakat sejagad raya, maka dari itu saya memperanakan blog baru yang mungkin bisa menaikan tulisan-tulisan saya tentang beragam hal, jelasnya dalam tulisan ini saya tidak menjamin kamu berhasil merebut hati calon mertua kamu . Ehmmm... Sekarang saya mencoba mulai serius. Sama halnya dengan apa yan...